Percakapan antara Pohon dan Waktu disaat siang itu ketika sungai mulai mengalir tanpa diam, udara pun bergerak bebas tanpa tertahan.
Waktu bertanya, "Apa kabar Pohon? Apa yang kau lakukan selama ini? Hanya diam saja tanpa pernah bergerak melakukan apa yang sebaiknya dilakukan? Hidup itu tidak lama lagi, bisa saja besok kau diracuni, ditebang atau mungkin disambar dari langit sana?"
"Jika aku bergerak itu mudah saja bagiku, tetapi aku disuruh untuk diam. Hanya tumbuh dan diam sebagaimana aku datang dan begitu juga aku menghilang. Dengan diam lebih mudah untuk aku pertanggungjawabkan." Pohon menjawab pertanyaan Waktu, dan kemudian melontarkan pertanyan, "Sedangkan kau Waktu, kenapa bergerak maju? Tidak kah kau dapat mundur sedetik agar aku dapat tumbuh lebih lebat dari sekarang?"
Waktu menjawab, "Aku Pun hanya ditakdirkan untuk maju tanpa dapat dihentikan, jika pun aku mundur aku ingin berhenti secepatnya, karena semakin maju semakin banyak yang menyesal dan aku tak ingin itu semakin banyak terjadi."
Pohon pun terdiam tanpa ada sehelai daun pun yang bergoyang, kemudian berbicara, "Maafkan aku jika aku penah menyesal akan kau dimasa lalu Waktu, aku akan lebih bersyukur untuk yang telah terjadi pada ku baik itu lebat atau tidak sama sekali kehidupanku sekarang ini." Jawab Pohon dengan nada pelan.
Waktu pun terus berlalu dan tetap maju meninggalkan Pohon itu dengan suasana tenang ~

Komentar
Posting Komentar