Mengintip untuk berusaha memenuhi kebutuhan yang kian meningkat atas dua buah parit dan pilar batu yang sepertinya menjaga keamanan para pendahulu, mungkin perkiraaan itu akan mengering dan berharap akan fungsi sebagai dapur untuk taman para kelas sosial yang berada nan jauh.
Reputasi yang tak pernah takut akan keadaan, hingga suasana pedesaan yang tenang akan rumor apa pun menjadi sangat menyenangkan dan kelemahannya sering menjadi perbincangan. Dalam kolam yang mengambang, adanya pandangan kerumunan untuk menyingkir.
Cukup sajalah diutarakan dengan mencari lentera dinyalakan untuk pemenuhan keinginan yang beragam tetapi hanya butuh dalam kesederhanaan, sedari tadi tak lain dan tak bukan karena kawasan yang membutuhkan pandangan lebih untuk hidup tanpa kesenjangan walau mereka selalu tawa hidup bermakna sebentar ini.
Cekatan dan cakap selalu timbul kadang lebih banyak yang tenggelam karena mereka merasa terendah padahal dilebihkan, memang itu kenyataanya !
Hanya perasaan itu yang jadi-jadian diantara mereka, cukup mengisi, menenggelam dan kembali sadar itu begitu pantas bagi mereka walau kadang perasaan ini menghampiri, ada yang tak adil disana? Apa karena Allah? Apa karena tempatnya? Apa karena diri mereka sendiri? Hanya ada satu jawaban, mereka butuh dekapan panjang untuk pemenuhan atas keadilan yang disengajakan agar terciptanya kebersamaan yang mengubah parit itu menjadi laut yang berluaskan akan kebutuhan dan kesenangan, ulurkan lah tanganmu kemereka, dekaplah kemereka dan separuh bayanglah kemereka, sungguh indah melihat tawanya hingga pilar batu itu termakan cuaca yang meleburkannya
[24 12 12 18 13]

Komentar
Posting Komentar