Bagaikan pasir yang mengizinkan terkena pusaran, walau pahitnya hembusan yang menyegarkan dalam angan yang tak tertera. Hilang bagaikan bukan darah asli yang menghampirinya, apa karena itu termakan sesuatu yang menghanyutkan ..
Pasir yang ada hanya menyisakan kenangan yang setimpal saja, kemana kah pergi pusaran tadi hingga tak kunjung datang mengembalikan keutuhanya.
Sesuatu yang lepas hilang tertekan asa, mungkin saja keangkuhan atau pun keterpaksaan yang menghembuskan itu.
Sungguh berat yang terjadi sebenarnya, mungkin salah orang yang membuatnya seperti itu, tanpa pikir panjang hanya bisa menghela nafas, terucap dalam hatinya segerombalan para maaf yang melayang hingga hilang tertutup awan dan melihat dari kejauhan bahwa itu seperti pasir yang seakan basah tergenang di daratan punah !
[16 12 12 01 23]

Komentar
Posting Komentar