Kemalangan yang beruntun sangat tak terduga hingga jatuh tidur dengan sendirinya walau gelapnya angin segar yang serta merta mendramatisir suasana. Atas dasar apa itu terjadi hanya karena takdir yang telah direncanakan secara naungan teori yang tak dipelajari, paham akan diri sama saja mengangkat martabat kebebasan hingga paham itu menyangkut kerentangan antara penjuru dan tengadah yang sama-sama bersimpul misteri. Hingga tahu dan memilki sesuatu yang patut digemburkan maka akan menerima keramahan yang malang dengan menimbang-nimbang sejenak hingga wajah menyeruat mendung kembali melembab kencang berkenaan dengan malang yang dinyatakan !
[15 12 12 16 13]
[15 12 12 16 13]

Komentar
Posting Komentar