Yang Berpangku Tangan !



Terayun kemasyuran dengan berat hati hingga sampai memutarbalikan fakta yang menghubungkan keeratan dengan jalan miring berpergian tanpa tujuan yang jelas lewati katup dengan memusatkan perhatian berpangku tangan dengan perangai baik. Seluk-beluk dunia terselubung dalam separuh pertempuran diam-diam yang tertulis dengan jawaban yang tertera dibenak hingga saran yang diutarakan tak berjejak. Nada sinis dalam komposisinya cenderung aneh, adanya dramatis bagi terkaan yang saling mengkailkan, mungkin sebaliknya timbul persepsi intelektual yang justru aktif membentuk kusutan berwarna gelap.
Ntah apa maksudnya, awan gelap menyelubung kawanan itu menjadi sebuah tembok kebencian yang amat dalam, mungkin hanya mengiyakan karena sesuatu yang dipandang berat sebelah pasti membelanya, seperti biasanya itu terjadi.
Tapi pada akhirnya, kebencian itu hanya menimbulkan sakit hati yang penuh ombak mendayung ketengah karang tak bertepi, kembalilah menyelam mungkin ditemukan mutiara yang berpangkal kebaikan pada dirinya.
[17 12 12 08 57] & (Auguste Rodin, fhot.)

Komentar