Kabut Kental


Kabut kental sepertinya demikian, dalam mengatasi perasaan membentuk ekpresi bimbang hingga dari awal ke terkecil datang legenda terbesar.

Mencari jawaban dengan suara bergemuruh, karena hampir disana dengan perjalanan akhir memberi jawaban bahwa ia bukan lah sesuatu diatas kertas, melainkan lurus seperminuman.

Waspada penuh terhadap yang baru mengenakan bercak cairnya, dengan melawan waktu baru paham keterangannya. Tak dipungkiri banyak yang terbang dan hilang tak terarah membawa hak yang bukan semestinya karena nafsu serakah yang dimanfaatkan.

Yang kental memang butuh kering tapi tak menutupi kemungkinan pucuk pun juga memahami itu akan sama-sama bersiap siaga penuh akan kobaran api, hempasan laut, dan goncangan yang menjadikan tak terelakan dan selalu pegangan penuh dengan menopangi kita dengan ikhlasnya.

Dengan kita mencari jalan ia memberikan arahnya, dengan kita memegeang kendinya ia membagikan separuhnya, dengan pegang ujungnya ia tetap dengan tenangnya memegang buntutnya. Wow merekalah yang di idamkan, merekalah yang sangat di butuhkan tetapi itu semua tinggal kembali kekita yang menerapkan itu pertama menjadi awan berkabut tanpa derasnya, agar mereka tahu bahwa kita lah yang semestinya menjadi sahabat pekat tak berbayang dengan duduk dimeja yang berlurus kesenangan bersama.
[14 01 13 16 39]

Komentar