Kebiasaan Berlaku Pilihan

Menjaga kebiasaan yang telah berlaku baik itu perangai batang, ranting ataupun seluk-beluk perangai daun.
Dalam kesempatan kabut pagi yang terbawa hembusan dingin menyentuh atasan urat yang membungkus diri, terperanjat akan kebiasaan yang tak terduga dalam jalan panjang yang menerawang akan kehendak diri berselimut benar entah juga palsu.
Mencari jawaban diri bertema akan kenyataan siapa dia? dan kebiasaan apa yang didalaminya selama jalan panjang berTuan? Hanya akan berhenti jikalau jantungnya tak berjalan semestinya.
Ternyala kepemikiran bahwa kebiasaan bisa didapat dari pancaran matahari ataupun redupnya bulan akan sinarnya, yah dalam artian bisa mengikuti jejak bayangan orang lain ataupun menemukan dalam kegelapan dirinya sendiri. Tak kan ada samanya kebiasaan itu pada setiap insan, yang menyamakan hanya cara pandang mereka yang menitik beratkan persoalan dengan tak mengatasi masalahnya.
Hingga kunjung datang, tetaplah menjaga kebiasaan itu dengan beberapa ibarat, mungkin batang, dalam kesempatan berjalan tetap keras walau badai menghadangnya dengan seribu masalah tetap saja kokoh tanpa mengganti kebiasaan lama dengan yang baru.
Ibarat ranting, mencoba bertahan walau pedasnya hembusan masalah menerkam, tetapi jikalau keras menghadang begitu berkali-kalinya ia akan goyah, retak hingga patah dalam kebersamaan bisa didapati dalam keadaan baik ataupun jahat mencoba menenangkannya.
Dan ibarat daun, begitu cepat goyah dalam beberapa hembusan kalau saja menerima kebosanan yang ada atas kelamaan, dan selalu berganti kebiasaan akan keadaan musiman.
Pandangan itu hanya membuat pilihan, apa yang akan kita lakukan untuk itu semua ataupun memilih mereka? Apa tetap jadi diri sendiri saja selalu berpegangan lama ataupun tak salah mencoba mereka?
Itu semua penentuan dan pilihan akan kemasukan baru yang siap didengangkan, dan dalam keadaan jalan lurus yang akan diterka hingga menemukan seharusnya.

[02 01 13 05 33]

Komentar