Hampir disana dengan sesungguhnya akan tanya
keheranan dalam pemikiran terus berpacu kata meringkik bisa, yang tak mungkin
untuk menolak untuk menjawab kecuali ada yang disembunyikan dari menerawang
kosong berbentuk cangkiran mimpi terlihat samar membentuk gumpalan hati masa.
Dengan kerutan bibir berbentuk terbaliknya
payung, ada meniadakan asa menyukai dengan alasan apa dia mencintai? Jawaban
bawaan yang sudah terajai oleh permaisuri. Dengan kerutan bibir membentuk
payung, mengira tetap sama jika itu memang kebanyakan orang tak berprasangka
karena apa ia gagal? Jawaban habis tak berkurang akan terburainya castle yang
tak terjaga.
Kawanan darah membentuk perkumpulan rahasia
memacu jiwa mengungkapkan rasa diikuti nafsu yang selalu menggandengi dengan
perasaan separuh dunia ingin menggapainya agar terkunci dalam dua pegangan satu
hati hingga benar tiba. Dan benar yang datang itu selalu mengatakan romantisme,
disurutkan keawan menandakan bahwa romantisme akan ada dan selalu ada di kerutan
kulit melembab dan ekpresi wajah yang menenangkan.
Dari hampa keheranan diikuti mencari jawaban
jalan rahasia kedalam tambang berbentuk lintasan suram dengan mencoba pahami
inikah rasa, mencoba jauhi inikah terjauh, mencoba menutupi inikah pembuka, mencoba
memeluk inikah dekapan, mencoba meresapi inikah terburai, mencoba telanjangi
inikah cinta dengan kembali hampir disana dengan sesungguhnya akan terbesit
pertanyaan cinta yang datang terus pergi atau datang tak kembali?
[13 01 13 15 13]
Komentar
Posting Komentar