Pilihan
para Adam didunia memiliki latar belakang yang sama, dengan keinginan mimpi
yang memanjang tak berawan dengan kelabu benderang inginkan berbentuk butiran
pagi akan tujuan kesenangan. Kesenangan akan berporos satu akan pilahan dari
semuanya bahwa pemuasnya berupa Dia.
Dia
adalah sesuatu yang dicari untuk dinanti, memiliki tujuan bersama yang cukup
merona, sejauh mata memandang memang tertuju kedia, kesenangan tercipta saat
melihatnya, berkorban demi kesenyumannya, dicari memang kebutuhan bersama, dan
lamunan itu adalah dia, akankah didekapnya kenyataan gumpalan hati itu?
Dalam
angan yang berjalan lurus, ada sesuatu yang didambakan dari dia, berupa
penjelasan bahwa bukan lah perhatian dan pengorbanan yang tulus darinya serta
bukanlah keinginan mereka yang dinanti itu sesuai kriteria yang dimaksudkan,
maksud lebihnya bukanlah keinginan kita bercermin menyukai pantulan diri sendiri melainkan indah dengan
maksud bahwa dia mengurangi beban nafsu dengan Dingin kesemua dan hangat hanya
ke satu pilihannya.1
Sungguh
merona indah jika hangat itu terhanya dan hanya kesatu tujuan yang dicintainya,
dingin dengan angan tak terlalu menyibukkan yang bukan seharusnya bersama yang
lainnya. Ibaratkan berupa tetesan didalam subuh yang mengembun, dan tetesan itu
terjatuh ketanah dan terserap oleh kehangatannya dan tetesan yang jatuh tadi itu takkan berderai
jauh, takkan jauh melewati jalan angan yang semestinya dan tetesan embun itu
berupa pikiran bersama hanya melesat tinggi dalam balik kaca tertulis dalam
catatan kesenangan dan diserap oleh hangatnya tatapan hati.
Cukup
itu yang di harapkan, semoga disampaikan doa yang termunajatkan oleh
kebersamaan yang dinanti.
[01 02 13
10 49] & 1Zulkaini

Komentar
Posting Komentar