Simponi alam dalam kegelapan memainkan suara
yang menghantarkan kesunyian dengan bias cahaya melukis malam jadi taman tak
berkesudahan dan udara pun mulai berubah menjadi pendiam, dengan berbisik hati
yang meluap aksara bertemakan kerling mata pada embun yang ditunjuk keatas awan
disinari rembulan yang menemani keseruan kebebasan dari kesepian yang melekat
pada langit yang jauh.
Dan langit itu pun menoleh hingga pergi meninggalkan
jejak-jejak melindungi setiap hujan, dan tersisa hanya hujan yang kembali
menciptakan bayangan yang berjaga di lensa mata yang berluruskan ide kehidupan
hingga lelah datang mejaga dengan sendirinya dimalam yang sungguh menggangu
dengan keanehan benderang, walau banyak ditemani tentang butiran kehidupan.
Subuh menjaga dari kedinginan dan datang tanpa
diterangkan hingga sadar dari pagi yang memanggil dengan kesengsaraan dunia
yang menyilaukan. Pergi berdiri dengan tangan memegang cahaya, serambi kemuka
air yang basah ditemani kesegaran dunia yang membelakangi sedang menaikan beban
kemuka jendela, dengan tolehan logat kini menyemai beban itu dengan sesuatu
yang berharga dari beningnya tetesan embun yang tersisa.
Dengan duduk terbeban, tangan hanya bisa
memegang cangkir berisi salju dengan pinggiran seputik melati yang kering
hingga menoleh pada langit yang mulai memakan senja, terperanjat akan kecepatan hari yang terlewatkan begitu
saja, kemana perginya siang yang menyengat itu, hingga datangnya jentik jemari
awan gelap menyapu bersih beban yang tak terselesai itu.
Heran datang dengan sendirinya, tetapi
tersadar atas kedatangan dengan lengkung alis mata yang memayungi senja hujan
yang mengguyur dengan cepatnya, hanya bisa mendekat tapi tak bisa terkejar
tetapi memberikan kehangatan pada kaki yang basah tergenang butiran dari mata
yang melambai.
Lambaian itu mengubah matahari menjadi bulan penuh lingkaran dengan bertulisan serambi membaca selaksa kata di mata dunia menafsirkan arti dari semuanya bahwa itu
adalah keruhnya Abu yang memulai kembali dengan simponi alam mengeja dunia.
Bersiaplah ..
[13 02 13 02 13]

Komentar
Posting Komentar