Kota Bebas



Tempat yang bertebangan bakat tak bertuan, bakat yang terpendam tertuang dalam warna yang memudar kesenangan.
 
Terlahir dengan mimpi kesepakatan yang membatasi dengan kriteria yang disepakati, setiap omongan meniadakan yang benar ditempat ini kecuali datang kejujuran, dan meyakini bahwa rasio dan batin akan bertemu titik terang karena bicara ingin pada yang benar, dengan memudarkan yang baik dan buruk.

Lagi dan lagi dunia manis tak terikat akan norma panjang berhendus, melainkan bercabang buntu membentuk dataran hingga menjadi kota dengan tawa lepas sekeliling, tangan yang ada pun membentuk gumpalan panjang yang tersambung lurus, kaki pun berlutut tanpa kesenjangan nyata, dan saat ada yang datang pun akan disambut ramah kicauan. 

Saat pagi berdatangan baru dari kota serakahan yang tak lagi mendengar suara tolehan melainkan peka jeritan tak bersuara dengan tetesan membatu gelimpangan, maka yang ada mala dihamburkan ketempat yang dilogatkan hingga hilang berganti sama, kecuali yang hilang itu sesuatu kegelapan.

Dan minat yang datang pun tak kan menjadi debu, melainkan tersapu oleh pandangan yang menghargai hingga rata menjeput asa yang diinginkan pada suatu tempat yang dinamakan kota kebebasan.

[22 01 13 16 09]

Komentar