Palsu,
Memasuki sesuatu terus memalsukannya !
Ungkapan itu yang aku pahami dari semuanya
bahwa mereka yang menoleh kepadaku dengan cerita yang terjadi dengan kepalsuan
yang dibawa hingga melekat pada yang terjadi dengan segalanya dan menyamakan
tanpa memandang sesuatu yang lebih berarti dari itu.
Terbangun dari semuanya, dimulai tejadi pada yang
hanya Hawa, yang pada waktu itu memulai dengan uluran matanya yang memainkan
seruling keindahan sehingga dengan cepatnya aku tersentak hanyut akan panggilan
hatinya hingga memulai tanpa sela dan lama-kelamaan membagi ruang bersama untuk
menyamakan kepudaran dari yang tersisa.
Tetapi lewati hari yang terjadi beberapa
masa, kini ada yang berharga dari yang diresapinya kalau yang kusuguhkan itu
diartikannya sebagai Cinta. Sungguh memang kalau aku memulai dengan sedikit
memanjakan hatinya, salah menjawab dari semuanya kalau keinginanku memulai
itu bukanlah semudah seperti menggoyangkan lonceng, bukan juga aku menjawab berulah
dan bukan juga karena keingkaran janji atau rembang yang ternyala ataupun buih
buih yang berderai melainkan itu semua adalah
sesuatu yang penuh Pertimbangan Nyata.
Pertimbangan itu begitu mendalamnya,
ibaratkan lantunan yang menggema tetapi lantunan itu belum berseru nada. Dengan
artian, semua perhatian yang diberikan itu sekedar suka belum menjawab untuk
cinta. Dan itu karena pertimbangan melihat dari masa sebelumnya, dari omongan
samping telinganya, asli kecerahan perkumpulan lelapnya, raut wajah ikhlasnya,
kenyataan hatinya, pengiyaan dari kental yang melekat pada diri sendiri,
keyakinan akan yang diingat, serta masa depan terangnya hubungan berdua.
Jika semua terkumpul benar, maka kata
sebagian orang memaknai hati yang memulai bersuara dengan perkataan datang
menyentuhnya, jika tidak maka hanya akan menyukai dan mendekap sebagai saudara
ataupun kabut yang begitu pekatnya untuk memainkan hari hingga gila.
Yah kembali dari semuanya, hati yang sekarang
tak semudah dahulu, karena menyimpulkan dari segalanya untuk pertimbangan bersama,
jika ia maka dengan semestinya membukakan
pintu untuk datang memulai mengepak-kepakkan sayap dengan yang sebenarnya atas
suguhan Cinta yang nyata.
[16 02 13 17 41]


Komentar
Posting Komentar