Diidamkan dari perencanaan periode yang
digilakan, hingga terbaring menghijaukan kembali pribadi yang diartikan rasa
yang siap dijalani dengan yang terpilih oleh semua yang mengiyakan dari sebelah
kanan kiri maupun sebaliknya darinya.
Ia yang diberikan dengan pengikhlasan, kini terasa
senang diilhami terdalam, bahwa itu semua adalah kedewasaan yang telah
melahirkan dunia baru dengan rasa syair sejatinya, yang membawa satukan kisah
dengan yang ditakdirkan bersama dari masa yang telah ada.
Dan masa yang telah ada itu mengajarkan
sesuatu yang berbeda hingga tak mungkin menanyakan kembali rasa yang mati
tetapi yang kini hidup dalam rasa yang padam sebentar dan kembali nyala seperti
semula yang mendamping dekat antara bibir dan lidah untuk kebersamaan yang
bersua.
Menjawab dari itu semua,
Tak lain memang adalah janur yang tegak
berdiri hingga menuai tua, selalu melayangkan angan dengan tujuan bersama,
walau pergi bayangnya selalu ada ditemani rasa, dan memiliki sesuatu yang
dibolehkan untuk bersama, dengan rasa nafsu yang senja bahwa akan melahirkan
teman kecil yang disayangi hingga mengorbankan tulang untuk kecerahannya.
Bersama kita panjatkan, ternyalanya lilin
yang dipegang hingga mata menutup dengan sendirinya dalam kisah penempa yang
terjadi dalam kehidupan yang dinantikan oleh semua mahluk yang teraliri rasa.

Komentar
Posting Komentar