Merenung
dengan dalam, suatu yang telah terlampau sangat oleh yang tertinggal. Tertinggal
dari masa yang semakin menjauh dari kehidupan, kehidupan yang semakin menipis
oleh kesenjangan nyata.
Nyata yang
memudar dengan waktu oleh asa yang tertutup buaian dan kini hanya menyisakan
sebuah cerita dibalik mata. Cerita ini merupakan surga yang termasyur dalam,
dengan perasaan mampu memeluk rasa, dengan perasaan mampu memeluk mimpi senja
dan meniti harapan fajar kelana, tetapi yang tersisa hanyalah sunyi dari canda
tawa dan kini hanya bersisa sepenggal kisah tentang yang tersisa lepaskan
ikatan semu yang telah terjalin indah selama menjalani kehidupan mimpi yang
memanjang berbekas keselarasan.
Sunyi yang
mendalam seiring goresan yang memanjang dijalanan nan terang dengan bertaburan
dalam riam yang terdengar suara kisah kasih yang tak bisa ditunggu melainkan
suara ringkikkan merdu dari canda yang
berpelukkan kesenangan yang tertuju oleh impian dengan persamaan tujuan
bersama.
Masa lalu yang tertinggal bersama hanya bisa
direnungkan, tak dipungkiri memang yang berlalu menjadi Pembina akan masa depan
yang dinantikan, dan pembina itu memberikan ingatan dengan duduk terdiam mengartikan
tumpukkan kiri dan kanan yang semakin bertambah antara ketakutan dan keindahan yang
dibekaskan.
Dan dengan menimbang kembali sejenak masa lalu
yang ditinggalkan bahwa tanpa harus dijalani kembali, tetapi cukup diingat dengan
tinjauan dibalik mata yang berlinang ataupun mata yang menyimpit cerah bahwa semuanya
tertakdir benar dengan artian, pelangi yang tertinggal dibalik mata adalah
sebuah cerita kenangan.
Semoga suatu saat bisa bertemu kembali dengan
cerita waktu yang telah lama ada dibelakang, yang kini semakin jauh ditinggalkan.
[05 02 13 13 13]
Komentar
Posting Komentar