Jalan Tunggu terus Berjalan




Jalanku terus berjalan, lelah yang tak kan kujadikan beban, dengan tak menjadikan salah yang bisa membuat awan berubah menjadi hitam, walau hitam datang bukan dari kesalahan, bisa melainkan takdir yang terencanakan. Hujan yang tak terelakan dari takdir yang disengajakan, kini selesai hujan warna langit menjadi utuh kembali seperti sedia kala dengan memancarkan kilauan terang yang tak menungguku untuk terus melanjutkan perjalanan.

Lewati beberapa pintu kota, yang mana setiap itu meninggalkan jejak yang terbekaskan, dan bekas itu memberikan pelajaran untuk yang kedepan diinginkan. Terpikirkan dan tak menjadi mustahil, tetap melanjutkan arah yang terus diharapkan.

Setelah hadangan hujan, kini berdatangan panas yang menjadikan fatamorgana dari kejauhan, meretakan bibir dari kegerahan, setengah tak sadar tetap dilanjutkan, walau ingin berhenti tetapi hanya akan meninggalkan dan makin menjauh dari kehidupan yang dilamunkan.

Hingga kembali normal dan utuh dengan lamanya dari semangat yang membawa untuk terus berjalan, kini tinggal beberapa langkah untuk mendekap apa yang ingin disenyumkan pada hati yang ditunjuk oleh suara hati pada samping kanan yang hanya berjarak sepenggal telapak tangan.

Saat ingin menggerakan pandangan hati, lambat menjadikan kalah yang didapat dari samping telinga untuk kulamunkan, ada yang mendekap dahuluan. Hingga ku hanya diam, terdiam dengan lelah yang berdatangan.

Ketika Ia lanjut menggerakan langkahnya beberapa jejak untuk terus berjalan, awan hitam berdatangan dengan sendirinya, lalu ia membasahi semua apa yang ada dibawah dengan cepat beberapa kedipan mata. Basah yang didapat saat guyuran itu memainkan tariannya, sang suara hati berhenti bersama pilihannya saat Ia melihat sebuh gubuk tak jauh dari injakan kakinya. Saat Ia berhenti digubuk itu yang tak membasahinya, aku terus menguntip dibelakangnya dengan tetap juga berteduh walau basah kuyup.

Dengan tetap berteduh walau kuyupan ini bergenang dibadan, aku tetap tenang dan tak kan lelah walau itu sebuah beban, karena aku akan terus menunggu Ia dimana Ia berhenti ataupun terus berjalan, karena itu adalah suatu pilihan hati yang akan dicoba setelah aku lamunkan beberapa lamanya tanpa harus mendoakan Ia selesai cepat dengan pilihannya.

Aku terus menunggu dan terus berjalan, karena keyakinan membuat arah nan terus melayang, dan kelak mungkin ku dapatkan tapi tidak sekarang ..

[14 03 13 15 49]

Komentar