Menuju terang cahaya walau hati berdenyut
dengan petaka dan kecemasan, tetapi itu akan menghilang bagai uap ketika
terdengar lantunan nada dari dendangan bibirnya.
Setelah beberap hari lewati kejadian kemarin,
telinga ini masih terdengar bebunyian dihari itu, suara yang memelas memainkan
sesuatu yang tertutup seperti menyembunyikan ketelanjangan dibalik pakaian yang
compang-camping.
Lalu yang tertutup seperti telanjang tadi
membuatku terlelap dengan mempengaruhi keterjagaanku walau separuh hidup dan menebarkan
wangi dalam tubuh ini.
Hingga wangi dalam lelapan itu, aku hanya
bisa menyelipkan namanya saat melamun dengan tak sadar, walau itu telah cukup
untuk mencintai yang tak terlihat dalam dirinya dengan suara yang berdengung
terang saat bibir ini menyentuh untuk membunuhnya kembali.

[20 03 13 15 29]
Komentar
Posting Komentar