Suka menebar ancaman, ketika datang perbedaan
yang melebar tak bertepi walau ada benda penghubung yang erat untuk kedatangan
yang diluruskan.
Lewati semua yang mengambang, tak lebih dari
sebelumnya bahwa pernah tertera dengan sesuatu yang dilebihkan akan damai yang
memisahkan. Kini ia menebar ancaman dengan menyenggol saat
ku hadir didunia dalam kaca dan aku teringat bahwa ia menuliskan Lebih dari namanya batu1, kalau
itu terkaan untuk ku.
Walau ia tak mengetahui seberapa tahunya tapi
,,
Maaf, bukan keinginan untuk membatu lebih
tetapi karena aku malu untuk bertemu matamu apa lagi untuk menyapa kehadiranmu,
sungguh aku malu karena hitam tak bermaksud yang menyentuhmu dahulu.
Kini biarkan waktu yang akan menyelesaikan
masalah ini, aku tahu diri ini dan diri yang disana tak ingin terjadi seperti
ini. Pengungkapanku pada yang disana bahwa kalaulah aku masih menyukainya dan
tak pernah untuk menghilangkan keberadaan rasa ini. Walau aku tahu goresan
terdalam oleh ku menggerahkanmu hingga menoleh menjauh seperti utara ketemu
utara.
Dan tak ada lagi yang aku tutupi darinya
didunia nyata ini, kecuali ada satu dalam dunia mustahilku yaitu, ntah gerangan
apa yang terjadi tetapi, pada waktu itu pagi buta belum menampakan tanah yang
disinarinya, aku terbangun dan ketika aku membuka mata beberapa detik, ada yang
langsung mendekapku dengan eratnya. Ketika kumelihat wajahnya, tak lain itu
adalah dia. Lalu ku ingin bertanya padanya, saat mulutku ingin berbicara aku
langsung tersadar dari dunia mustahil itu. Walau itu selalu mengetuk terdalam
ini dan bertanya-tanya tanpa adanya jawaban yang seharusnya kenapa itu terjadi.
Kini semuanya menjadi kosong .. Aku ingin
sekali menyapa kehadirannya dengan saling ramah tak hanya mata melainkan suara
dan kenyataannya, dan ia kan ku jadikan saudara wanita pertama yang berbagi
basah denganku dikolam ini walau saudara lain telah mengisi sesudah pertama dan
yang pertama khusus buatnya. Suatu saat akan kudapatkan keinginan itu, semoga
kamu mengetahuinya.
Dan
satu salam benak ku ketika ketemu dirinya, walau tanpa bersapa ramah.
Kamu makin hari tambah indah nona ayt ..
[17 03 13 04.09] 1ayt


Komentar
Posting Komentar