Jejak Pelukis Hati



Sayang .. 
Itulah ungkapan yang seharusnya ia terima karena telah berbagi pagi dan malam dikehidupan lamaku. Aku tak tau harus mulai dari yang mana, tetapi yang jelas akan kuterangkan semuanya untuk menghormati mereka yang telah meninggalkan jejak dilukisan hati ini.

Berpelindung Levis Biru.
Saat aku menginjakan kaki dipusat menengah pertama, ialah orang pertama yang menyentuh kediaman dihati ini. Levis biru yang sering ia kenakan melindungi tubuhnya yang sawo manis beraduk kegelapan yang indah itu membuatku tersentuh dan luluh, karena ia orang diatas setingkatku. Ia orang yang sungguh menerimaku apa adanya, ia orang yang menungguku dengan tak sabarnya saat aku meninggalkan kota khatulistiwa ini untuk beberapa minggu lamanya dikota metropolitan. Dengan bersamanyalah kisah pena dan kertas yang pernah aku temui, kami suratan dengan saling balas antara keduanya. Dan karenanyalah kisah asmaraku bermula rancuh dan tenang dimulai. Apa kabar kamu sekarang Neng?


Putri Kesedihan.
Ini memulai saat ku menginjakan kaki dipusat menengah atas, ia seorang yang diatas dari tingkatku, ceritaku dengannya untuk sebulan lamanya sungguh damai, lepas dari itu banyak keanehan yang menurutku itu mustahil bisa terjadi. Aku mensuakan tempat keluarnya suara ini pertama kalinya dengan ia. Ia seorang wanita yang memiliki pipi yang lembut terurai, putih yang merona, dan kediaman yang sungguh karena malu. Aku membagi cerita indah padanya disuatu pertunjukan layar yang sungguh menggema, 21. Dan karenanyalah aku merasakan sedikit kehilangan karena merelakan ia untuk temanku. Apa kabar kamu disana Cy?


Nona Qd
Masih menengah atas, ia orang yang setara denganku, ia orangnya sama dengan wanita lainnya tapi ada sesuatu sedikit berbeda yaitu berparas wajah Turki dan bola matanya yang berwarna coklat, matanya itu sungguh indah seperti sebuah bola lampu yang dikerumuni seribu laron. Cerita indahku dengannya bermula dari kawannya yang menyukai diriku, dan ia seorang penyampai salam dari temannya, tetapi ntah kenapa karena takdir yang disengajakan, akhirnya kami disatukan untuk saling ramah bercinta. Tak lain dari kisah asmara kebanyakan orang, kami juga pernah dihinggapi retak dan lamanya vakum untuk bersama, tetapi mungkin keajaiban dibulan ramadhan, kami bisa bersama lagi untuk kembali bercerita indah. Dan karenanyalah dalam bercinta, kami dibantu oleh kakak satu tempat kediamannya untuk berjalan bersama disetiap malam anak muda yang belum pernah ia sentuh dengan lelaki lainnya. Lalu apa kabar kamu sekarang La?


Dunia Dalam Kaca.
Hanya gara-gara dunia kaca itulah, aku mengenal seseorang dari sana. Ia orang yang berbeda pulau denganku, dan pastinya ia orang yang diatas tingkat dariku. Belum mengenal satu sama lain, belum berjumpa satu sama lain, tetapi dekatnya sungguh luar biasa, mungkin karena takdir yang direncanakan. Lebih-lebihnya kami bisa menyatukan cinta disuatu malam yang serba merah dengan bebunyian letusan dilangit nan tinggi karena waktu itu bertepatan dengan malam imlek. Akhirnya kami menjaga hati dengan kediaman dan kerinduan yang bertemu tanggal 31nya untuk ketiga kalinya, barulah hari kesenangan itu kami temui disebuah pelabuhan untuk berjumpa pertama kalinya, lalu dimulai dari itu juga kami lebih-lebihkan rasa untuk saling mencintai. Ia orangnya begitu ramah, semua teman, adik, kakak, dan sepupuku begitu ia hormati, ia pun juga mempunyai paras yang begitu indahnya, parasnya itu berbanding lurus dengan sopannya. Dan karenanyalah aku lebih-lebih untuk menjaga perasaan wanita. Apa kabar sekarang kamu Ya?


Lampu Orange Pintot.
Masih dipusat menengah atas, aku menginjakan kaki untuk untuk ruangan terakhir dimadrasah ini, saat hampir tiga tahunnya, aku baru menemukan seorang wanita disini yang begitu tingginya, berbadan tegap, dan putih yang begitu cerah. Lalu aku mencari tahu tentangnya, dan wajar baru aku temui karena ia seorang pindahan dari Kalimantan lainnya, dan ia seorang yang dibawah tingkatku. Lalu ntah kenapa mungkin yang dinamakan cinta, aku mengejarnya. Disuatu ruangan depan pengumuman informasi, aku bersua dan berkicau untuk pertama kalinya, sungguh ia malu ntah kenapa, suara yang dikeluarkannya hanya terdengar lantunan nada. Lepas dari itu aku sungguh harus menemukan beberapa lampu menyatakan kebenaran untuk mencintainya. Hingga orange yang pernah ia ucapkan, membuatku semakin sangat mendekatinya, lalu semuanya tak sia-sia karena hijau menginggapi dihatinya. Dan karenanyalah aku belajar begitu tak mengenal lelah. Ran apa kabar sekarang?


Tertera dengan suatu saat bersama.
Ia orang yang setara denganku, begitu banyak kehitamanku pada yang lainnya untuk bersama dengannya. Ia orangnya begitu sangat menyayangiku, setiap waktu menemaniku, dengan ditemani wajah yang merona indah dan senyuman halus yang berbentuk bahtera. Ia orang yang telah lama aku kenal, dan tak pernah ada waktu untuk bersama dikarenakan aku dan ia saling-saling mempunyai teman hidup. Hingga pada akhirnya ia kosong, dan karena kehitamanku pada yang lainnya, akupun saling bercerita indah dengannya. Ia orang yang begitu mengenalkan diriku pada orang tuanya, dan aku sudah saling akrab dengan keluarganya. Dan karenanyalah aku diajarkan untuk belajar sabar dalam kehidupan. Apa kabar sekarang Nell?


Semuanya yang pernah aku ungkapkan dan sebaliknya mengungkapkan untuk saling mencinta, seperti itulah kehidupan yang terlewatkan begitu indahnya seni yang aku dapatkan, begitu indahnya pelajaran yang aku temukan, dan begitu indahnya berbagi rasa dengan orang yang mempunyai rasa tinggi yang susah digabungkan tetapi begitu saling mencintai antara keduanya,
Mungkin itu sebuah keajaiban ..

[18 04 13 16 00]


Komentar