Pergerakan
rancuh pada langit yang biru hingga menguning oleh kilauan pantulan surya, menghantarkan mimpi-mimpi pada masa yang ingin
dijajaki dan makin menjauh dari ras warna yang ada pada langit-langit bernada
simponi.
Nada langit yang
menjulang tinggi ingin digapai oleh lambaian kata demi kata saat pinggiran
meneriak mengartikan mimpi gila.
Lalu langit yang
tersuguh semapan maksud yang diutarakan kini mulai membawa sudut kesudahan,
mengartikan langit membawa batasan dari yang ada terlihat pada yang semakin
dekat ingin dijangkau dan disentuh tetapi hilang diluput kenyataan.
Hilang bukan
karena tak dapat didekap, melainkan belum diinginkan kalaulah itu bukan
dibutuhkan.
Terus berangan
dan mengejar langit walau malam kian menutupi keseriusan,
karena batasan hanyalah sementara, sedangkan langit
ialah pantulan cahaya. Mengartikan mimpi yang belum terkena pada cahaya
sebenarnya walau perkiraan lama sedangkan itu dimaksudkan sementara.
[03 05 13 16 35]

Komentar
Posting Komentar