Malaikat putih diatas kehijauan yang luas, dengan garis pemberhenti disekitar tepinya. Disekeliling hijau itu, penuhnya teriak dukungan dengan tepukan penyemangat, membela akan putih yang nampak cerah dari dekat maupun jauh.
Tepukan itu hanya pada putih yang berlambang mahkota ini, dengan membawa sejarah lahir ditahun 02 diabad 19. Mahkota yang diberikan itu membawa panji menarik penghargaan begitu eratnya.
Lalu kapankah aku mengaguminya? Tak lain ketika diri ini menemui stasiun permainan pertama, team yang aku pilih adalah sang bermahkota ini diabad 20 tepatnya berjuluk Los Galaticos dengan salah satunya Sang Fenomenal dari Brazil hingga sampai sekarang adanya El Búho (Si Burung Hantu) dari Jerman mengisi skuad putih. Julukan yang ada, diterima dengan kenyataan oleh pemain-pemain berlapisan terbaik yang pernah ada setiap musimnya.
Musim yang dilalui sungguh membuatku semakin mengikuti langkah disetiap permainannya hingga sekarang. Lalu gayanya mengubah hobiku untuk menyukai yang bergerinding dilapangan hijau hingga menua. Ketika permainan yang dilalui sungguh mempesona, tak kaum Adam, Hawa pun terpikat oleh pemain dengan berparas yang diidamkannya.
Kembali keputih yang merajai ini, sungguh semuanya akan nasib yang diraskan. Secara permainan unggul lebih dari namanya menang, tetapi kembali namanya nasib yang akan membawa ini semua pada yang terhenti.
Tetapi dari semua yang terjadi, malaikat putih dilapangan hijau selalu menguak misteri dengan sesuatu yang lazim dipercaya, membawa pada yang benderang dengan terang berlapisan cerah menandakan team yang ada dengan sejarah nyata.
Dan nyata itu selalu bergandengan dengan terdengarnya tiupan peluit sang pengadil lapangan. Saat bola mulai berputar rancuh, aku selalu dampingi mengisi skuad keduabelasnya, dengan bermunajat berharap lakukan yang terbaik setiap pertandingan dan musim selanjutnya bahwa kita kan bersama ketawa cerah akan gelar yang ditambah nantinya.
Hala Madrid.
[18 05 13 14 39]


Komentar
Posting Komentar