Kehidupan begitu panjang jikalau memahami apa
yang sebenarnya terjadi, setiap detik bertemu kedipan mata ini. Pagi buta
bertemu terangnya siang yang menyengat, sorenya memakan senja yang mengambang
hingga malamnya memainkan benderang bulan dalam gelap keselarasan.
Semuanya telah teratur sedemikian rupa tanpa
adanya yang dihentikan memainkan sketsa kemalangannya. Semua telah saling
melengkapi, saling menaungi satu dengan yang lainnya, saling ditemani dan
berganti perangai baik setiap gilirannya.
Kehidupan terang dan gelap pun dimulai silih berganti,
tanpa adanya yang menitik beratkan itu, sehingga manusia yang adapun menitik
jawaban ini kalaulah perasaan terang dan gelap pun tiap waktu dicobanya untuk
menumbuk jawaban.
Terang dan gelapnya kehidupan seseorang, itu
telah dirasa. Bayangkan jikalau selalu berada diposisi gelap terus menerus, apa
yang bisa dilakukan. Pastinya ingin mati dengan nisan yang menunggu. Dan
sebaliknya, jikalau kehidupan ini selalu terang, maka orang tak kan ada yang
menghiasi nisannya dengan pembelaan, inginnya selalu damai dalam kehidupan
sedangkan pembunuh menunggu dibalik bahunya.
Gelap dan terang tak dapat dipisahkan dengan
nyatanya. Bahwa kehidupan itulah yang membawa seseorang belajar dari cahaya
dibalik keangkuhannya. Gelap tak selamanya gelap, dibalik gelap adanya cahaya,
cahaya yang hanya bisa dilihat dari balik mata yang memerah membaur dengan
basah. Cahaya itu adalah hitam benderang, dengan dapat memahami warna kehitaman
benderang itu, maka dapat menarik kemasyurannya dengan tenggelam dalam
pemikiran bahwa hitam benderang adalah lubuk dasar sayap manusia, Hitam
benderang itu semakin sering digali dengan mengakhiri masa yang dibosankannya
maka akan menerbangkan membawa kepintu terang yang menunggu kelamaanya.
Terang selalulah terang. Terang selalu
memberikan warna yang cerah, begitu banyak warna yang dipancarkannya, jikalau
seseorang keseringan memegang terang, maka tak patut dipungkiri, warna hitam
pekat pun akan dicobanya, dalam artian kesalahanpun bisa menginggap dalam
dirinya.
Semuanya itu telah ditakdirkan. Jikalau telah
menerima terang dan gelap, takkan ada salahnya untuk memahami kedua warna
tersebut dalam kehidupan.
[08 04 13 15 14]
Komentar
Posting Komentar