Sesuatu yang ingin digapai dan dikejar mala hilang diluput kenyataan. Yang membuat itu hilang, bukan karena orang lain apa lagi diri sendiri, hanya saja termakan omongan.
Lalu sejenak berpikir, setiap manusia banyak bicara padahal ditakdirkan untuk diam, diam seperti awan yang bergerak menghilang lalu datang membawa sesuatu yang ditemunya saat perjalanan.
Kadang ia bertemu hamparan kuning yang luas, kadang ia bertemu lebatnya hijau yang luas, kadang ia bertemu gelombang biru yang luas, dan kadang pun ia bertemu dinginnya putih yang luas. Setiap mana ia bertemu dengan keruhnya kehidupan, ia mengikuti itu untuk tetap diam tetapi menghadirkan sesuatu yang baru dalam kehidupan.
Seperti itulah indah kehidupan yang Tuhan ciptakan, tetapi sekarang manusia begitu banyak bicara, dengan menghadirkan perangkap hukum-hukum dan tradisi-tradisi yang dibuatnya sendiri. Sedangkan awan, ia hanya diam dan mengikuti hukum-hukum alamiah dari Tuhan.
[10 06 13 23 50]

Komentar
Posting Komentar