Berjalan perlahan dengan tumbuh jarang dalam
keadaan yang jarang pula, lalu didapati semuanya dalam keadaan gersang.
Semaian yang dilakukan, hanya layu saat
mendekat, ketika jauh ia tertatih untuk menarik perhatian.
Lalu perhatian yang dilakukan hanya bisa
melihat dibawah hujan, nada sinis membaur basah menjadikan terang seperti
alunan alat musik yang membisu tapi terdengar getaran suara.
Saat bisu itu dipelihara, pagi enggan
memasuki kehendaknya, malam selalu menutupi kemalangannya. Cerah yang ada mala
menjadikan sepi, cinta seharusnya tak bertepi.
Ingin melewati secara perlahan, dalam keadaan
perlahan, lalu bungkahan yang perlahan, hingga meluap secara perlahan seperti
berjalan menguntip awan disebuah kota mimpi yang menjadikan dekat terpelihara
benci & jauh menguak rindu.
[24 05 13 05 59]

Komentar
Posting Komentar