Keringat Darahnya


Demi cerah tulang yang dilahirkannya, rela demi rela bersimbah darah, rela demi rela menghabiskan masa tua dengan sesuatu yang terus digunungkan untuk kebetuhan bersama.

Pandu yang melahirkan kita, merupakan seseorang yang sulit dijangkau oleh pikiran tentang sesuatu yang ia perbuat, ia hanya melakukan sesuatu yang seharusnya ia pikirkan sebagai kewajiban. Hingga keringat yang keluar dari tubuhnya tak menampik seperti hujan yang membasah dengan guyuran lebat, dan dari mata yang memerah itu terlihat seperti kawanan darah yang berpacu kuat keluar dari tubuhnya.

Kenapa ia begitu relanya? Saat semua ternyala benar, hanya bisa menjawab ketika diri ini beranjak dewasa dan memiliki penempa pribadi yang menemani hingga melahirkan tulang dari perasaan bersama. Saat itu tiba, mungkin apa yang Pandu kita lakukan sekarang bisa terjawab dengan pengalaman yang kita jalani nantinya.

Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? Yah hanya bisa berterimakasih dan panjatkan munajat pada Pandu kita, karena apa yang akan kita lakukan tak kan bisa membalas keringat darah yang keluar dari tubuhnya.

Lakukan berterimakasih dengan perbuatan seperti rasa balasan yang setimpal dengan jawaban pelan tunduk serta patuh yang ia ucapkan dari suara malaikatnya.

Dan bermunajatlah, berikan kecerahan hingga masa tuanya, karena sesuatu yang ia perbuat dahulu tak kan bisa kita kembalikan dengan nyatanya, ibaratkan seseorang sedang berjalan diatas hamparan pasir, saat panas yang menyengat itu, keringat yang tak tertahankan keluar hingga jatuh, lalu keringat yang jatuh tadi itu tidaklah tergenang melainkan langsung menguap hingga hilang dengan cepatnya. Seperti itulah keikhlasan yang ia berikan untuk tulang yang ia lahirkan, ia tak meninggalkan keringatnya untuk ditarik kembali, ia tak menagih untuk mendapatkan keringatnya kembali, melainkan karena sifat warisan dari seorang pahlawan yang ia ciptakan.

Pandu, terimakasih untuk segalanya. Wajah dan kebaikan dirimu berdua tak kan bisa tergantikan dilamunan ini hingga nisanku tiba, semoga kita bertemu disuatu tempat yang telah dijanjikan oleh-Nya dalam Surga,
Terimakasih.

[07 06 13 06 13]

Komentar