Mungkinkah berhenti kesalahan ini?
Mustahil menjadi mungkin, adalah dunia yang
begitu cepat dilupakan. Dunia yang mana orang meletakan lelahnya hingga menemui
hal tersebut.
Ia datang menghampiri dengan keanehan,
ternyala sempit akan kekusutan hingga dari keberadaan biasanya lalu asing
memasuki kehendak itu.
Ketika mengalami kekusutan, salah terbangun
kenyataan, membuat diri tak segan selalu mengingat kehitaman sekeliling lentera
yang ada. Hingga meletakan lelah pun ternyala kembali, ia selalu menghampiri
dengan mimik yang beda, biasa seperti utara ketemu selatan kadang juga utara
ketemu utara.
Saat pertemuan yang dinyalakan, timbul heran
ntah juga benar, dikarenakan apa yang disana juga merasakan apa yang kita temui
didunia melayang menyatu benderang.
Saat terbangunnya dunia melayang diartikan
mimpi, hanya menyisahkan keheranan. Ingin menanyakan pada yang seharusnya, mala
terdiam dengan kenyataan. Saat menadah heran, melamun mulai mengartikan lebih
dalamnya mimpi, menerawang hingga tembus kepintu-pintu kota yang membawa tanda-tanda
pertanyaan.
Pertanyaan mulai terlontar pada orang yang
tak dipernahkan untuk berkenal, mala ia hadir datang memasuki dunia yang selalu
dicari arti hingga tenggelam dalam lamunan kabut dan mata ternyala meniadakan
jawaban.
Ketika jawaban tak dipegang, mata menjawab
lelah hingga menemui lagi sesuatu yang sama untuk keseringan kali, lagi dan
lagi ia hadir dengan ras yang berbeda, membawa secarcik kertas berlumutan gelap
dengan menggoyangkan didepan mata hingga pagi membangunkan salah.
Mungkinkah berhenti kesalahan ini?
Hanya menunggu ia menghapus lumut gelap
disecarcik kertas itu, lalu mungkin berhenti dengan sendirinya. Lalu ketika
berhenti, terbangunlah mimpi yang pagi tanpa mengulang terjadinya malam yang
lama.
[05 06 13 14 20]

Komentar
Posting Komentar