Terlihat jelas ketika datang, lalu ketika
pergi ia menghilang.
Terlihat jelas ia menghilang membawa segenggam
tawa, lalu ketika tawa itu dilemparkan, ia lari meninggalkan dilema.
Terlihat jelas dilema bunga yang bermekaran
diraut cerahnya, lalu ketika badai datang, ia menggantinya dengan kesuraman.
Terlihat jelas ia menguntip kesuraman, lalu
ketika ketahuan, ia malu hingga terhanyut.
Terlihat jelas ia bagaikan air terhanyut
tenang, lalu ketika disentuh, air itu berombak riuh.
Terlihat jelas ia riuh karena terbangun, lalu
ketika terlelap ia meninggalkan suaranya.
Terlihat jelas ia memanjakan suaranya, lalu
ketika aku mendengar, ia melukis suaranya dalam kesunyian.
Terlihat jelas ia menerangkan warna
kesunyiannya, lalu ketika disentuh, warna itu menjadi semakin gelap.
Terlihat jelas ia terbang diatas gelap, lalu
ketika pergi, sayapnya lepas menjadi pelangi.
Terlihat jelas pelangi yang berantakan, lalu
ketika ku merapikan kembali, pelangi menerangkan kemalangannya.
Terlihat jelas malang yang menancapnya,
ketika aku lepas untuk menambalnya, ia membawa hujan.
Terlihat jelas ia berjalan perlahan bersamaan
hujan, lalu ketika aku mendekati, ia memberhentikan langkahnya dan aku langsung
memeluknya dengan erat dalam guyuran kesalahan.
Dan terlihat jelas ketika perginya kesalahan,
lalu ketika ia menghilang kembali datang, keinginan kecil dengan harapan besar
untuk sapa menjamu keramahan.
Terimakasih.
[20 05
13 18 25]


Komentar
Posting Komentar