Begitu Terbangun


Air di dalam sebuah genangan yang hening, disuatu tempat yang tak tersentuh oleh kehitaman, burung-burung nan bebas selalu hinggap digenangan ini untuk mengisi kehausan, rerumputan yang mengelilingi  genangan ini terlihat begitu rapinya seperti pagar yang kokoh,  awan yang terlihat diatas sana memainkan teduhnya, pancaran sinar matahari tak terlalu menyilaukan dengan teriknya.
 
Saat awan kelabu mulai menarik hati ketempat tak tersentuh ini, mulailah kodok yang terpojok malas ditepi genangan terbangun dengan cepatnya, lalu mulai memainkan suara ritual pertanda hujan kian membasahkan dengan pelannya, tak lama berselang jentik jemari awan mulai memainkan pola basah untuk yang terlewatkan.

Genangan yang hanya mendengar suara riuh hujan mulai memainkan cerahnya, ia ketawa kegirangan ketika teman barunya datang dari atas sana. Lalu langsung diterima tanpa ada perbedaan dari mana ia berasal, tetapi yang diutarakan hanyalah kesenangan akan kebaruan.

Tak lama berselang, genangan menarik empati ketanah sepi. Disana ia meresap ketanah-tanah sepi nan tandus yang butuh akibat kekeringan, walau genangan tak tahu kehidupannya akan terangkat kembali menjadi uap-uap dikala pagi menyala, tetapi ia rela berbagi kehidupan dengan sesuatu yang beda.

Saat pagi yang segar merana, yang terangkat tadi sementara kira menjadi embun yang menyejukan di pagi buta oleh mentari yang selaras dengan cerahnya. Embun tadi setelah menyegarkan sekitarnya, mulai terangkat kembali oleh teriknya mentari yang meluapkan jadi butiran tak terlihat di mata nan manja.

Ia terangkat kembali mendukung langkah bergabung dengan pergerakan rancuh di dalam awan yang mendiami perbedaan tetapi berbagi pola untuk saling menyapa kebutuhan. Ketika uap tadi terkumpul penuh, mulailah awan memainkan jentik jemarinya untuk menurunkan kembali uap tadi menjadi butiran hujan yang halus dengan kesejukan angin diatas sana.

Saat butiran ini ingin turun, genangan dibawah telah menunggu dengan riuh oleh nada-nada alam yang ternyala begitu terbangunnya, hingga kembali dan kembali dan kembali dari perbedaan yang saling mengisi.

Putaran alam yang terbangun itu sungguh mencakup dan berbagi rasa disekitarnya akan indah kebersamaan yang beda dalam genangan kehidupan masa.

[04 07 13 01 57]

Komentar