Kura-kura yang Tenang

Pelan bukan berarti tak sampai, lamban bukan seperti pikulan berat, lambat bukan berarti terhenti-henti, tetapi itu karena putaran alam yang menyajikan untuk menghadirkan ketenangan.

Sesuatu telah diterangkan dengan menepis keraguan atas tergesa-gesa yang terjadi dalam kehidupan ini. Keyakinan diri, telah mengetahui itu mungkin lebih dalamnya, tetapi yang dibutuhkan kenyataan akan pernyataan itu. Merenunglah kearah yang berjalan menggunakan kaki empat itu, dengan tumpukan keras seperti kandang sayang diatas pundaknya.

Dengan kandang sayang itu, dia bisa tidur tenang dari cuaca yang melebur dan bersembunyi dibalik cangkang berbentuk bukit dari kelaparan pemangsa. Saat ia berjalan sungguh pelan membawa lamban, itu semua menjawab dengan pasti bahwa dia terus berjalan tanpa henti kecuali ada mara bahaya ! Walau pun itu ada, tak kan merubah posisinya untuk tetap di posisi semula, ia hanya memberhentikan langkahnya lalu bersembunyi di balik cangkang keras nan indah itu. Lalu setelah aman menyelimuti sekitarnya, baru dia melanjutkan asanya untuk tujuan hidup yang tak terkira.

Lalu hanya itukah yang baik dari pelan menjamu tenang tersebut? Ada seorang penyair klasik, yang mengugah rasa untuk lebih menyukai kehidupan yang telah terjadi ini, dia dengan nadanya yang begitu membuat ketawa berdampingan terengah. Kutipannya, Kura-kura dapat bercerita lebih banyak tentang jalan daripada Kelinci.1

Kutipan mendasari dari kenyataan, bahwa walau kita ini dilahirkan dari golongan kecil tetapi kita bisa lebih banyak berusaha dan mendapatkan kenyataan hidup daripada golongan atas yang membawa kelebihan dari Pandunya yang menjadikan dia tak terlalu berusaha mencari asa.

Pelan bukan berarti kalah, pelan membawa ketenangan yang dapat membuatmu lebih bisa melihat kesana kemari depan belakang kiri dan kanan, hingga menemukan asa yang tertutup jauh itu. Sedangkan, jikalau hidup penuh dengan ketergesaan, maka jalan lain pun tak kan dipunguti, yang menegur pun tak kan disahuti, yang dipikirkannya hanyalah sampai dengan cepat tanpa memberi pertolongan yang disekitarnya.

Pelan akan ditemani tenang, selalu membawamu pada orang sekitar yang memberi arahan yang menunjukan kebersamaan, dan tak menutupi kemungkinan, dirimu bisa melaju pelan dengan arah yang lebih cepat atas cerita-cerita dari jalan yang ditemui.

Yakinkan dirimu, lalu mulai berjalan walau itu ringkikan pelan dengan lurus kedepan seperti Kura-kura yang tenang.

[16 07 13 13 39] KG1


Komentar