Terdiam dengan sesuatu yang tersisa
Atas raut senda gurau yang sepi
Dikala sela terlintas lewat pembawa
gulungan memainkan sketsa sayap hati
Apa yang dia mainkan sungguh membuat tawa
cerah
Walau sebentar cukuplah masa manis itu
tenyala sempit
Saat memanggilnya dengan gemuruh hati
Dia menyadari bahwa ini jalanan yang
diterima ramah olehnya
Dengan pertemuan kedua kali, perbedaan pandangan
berubah atas sebelumnya
Dia dengan bercak begitu mengagumkan
Matanya yang hitam penuh pelangi bertaburan
kelana
Rambutnya memainkan alunan gitar tak
bersuara
Tangan jentiknya secercah gelas yang
terbeku utara
Dan senyum halusnya menghantarkan mimpi
surga
Saat bersua, hangatnya dia memainkan suara embun di siang yang keruh
Dan keruh yang ada memudar dengan pasti
Omongan yang di buat tak berarti
Melainkan di telan dalam hati
Dan semampan senja yang dia suguhkan,
Melepaskan tangan yang membentuk bahtera
untuk yang nanti
Lalu semua berubah dengan
tersendiri
Saat bersama bermainkan
simponi yang diam
Diam itu terlihat begitu
terus terangnya
Ketika diam terpelihara,
terdengar suara nan basah
Dan basah melambai dengan keutuhan cerah
Karena sesuatu yang indah memulai ini untuk
mendekapnya.
[25 07 13 01 57]


Komentar
Posting Komentar