Disuatu tempat yang dahulu ini adalah ruangan
tempat aku menghabiskan waktu kecil, dan kini aku berada disini lagi di waktu
yang senggang. Selang beberapa sela, mataku tertuju pada kiri di pojok rungan
ini yang pada bertumpuk tinggi benda-benda karib dan aku pun tak
menghiraukannya, tetapi diantara para tumpukan ntah gerangan apa ia melambai
hingga hati tersentuh dan mustahil itu terjadi karena aku hanya sendiri
ditempat ini.
Aku pun mendekat kesana dengan sedikit
keanehan, ketika aku berada hampir disana ntah suasana hati terdengar ada yang
kegirangan saat aku melangkah kesana, suara kegaduhan yang penuh riang itu semakin
terdengar jelas saat aku mendekati tumpukan.
Saat aku berada di depan tumpukan, suara yang
terdengar tadi menghilang seperti mati suara. Lalu aku memilah tiap tumpukan
itu, dan saat aku memilah hingga kebawah, aku terengah ..
Aku teringat pada benda yang telah aku
tinggalkan pada masa kecilku, kalaulah ia selalu menemaniku hingga aku sekarang
tak menghiraukannya lagi. Lalu aku kumpulkan semuanya lagi hingga aku teringat
mana benda-benda yang aku percayai untuk menjadi kelompok favoritku dengan
keyakinan penuh pada warna abu, dan lawan antagonisnya selalu bergandengan
dekat dengannya.
Setelah semuanya berada pada depan wajah ini
dan kudirikan semua hingga nampak para kejeniusan dan kekuatan mereka, aku
pun teringat dan lantunkan pelan
padanya, bahwa aku telah mengacuhkannya padahal ia selalu menemani saat gerah
maupun saat basahku, ia selalu saja ada tak berubah kedudukannya ketika aku
tinggalkan, dan kini aku mala mencampakannya hingga tak terawat dengan
semestinya, maaf teman ..
Lalu semua pada terkumpul dengan senyum
mereka yang lurus dalam wanginya, aku pun mengajak mereka kesuatu tempat pada
kandang sayangku dan aku tata di meja yang telah aku siapkan semua.
Hingga semua nampak berdiri tegak dan rapi
ditempat yang aku tata dan bisa terlihat jelas disela waktu, karena aku tahu ia
akan selalu hidup walau ia sebuah benda mati. Bagiku segala hal adalah hidup
dan berpijar dalam peredaran hari dan ketenangan malam, mereka hidup dan
menebarkan wangi dalam diamnya.
Dan satu sapaan terdalamku, bahwa kalian
tetaplah jadi teman diamku hingga kita sama-sama termakan cuaca sampai lebur
dalam debu yang menunggu ..
[15 03 13 14 00]

Komentar
Posting Komentar