Satu celah yang masih gelap tetapi memiliki rencana yang begitu terselubung, sebagaimana bisa menyusun kembali situasinya. Lalu pertimbangan lain akan dua pemikiran secara bersamaan menemui titik temu dan mendekati kebenaran hingga menarik kesimpulan secara mundur.
Mundur melihat celah yang terpancar pekat kian menutupi kesenjangan dari panggilan asa yang begitu menyedihkan ketika mengingat masa lalu yang begitu kelam. Ketika mengingat itu, aku menjerit ketakutan akan suara-suara yang berdatangan padaku, karena takut akan begitu terasingkannya wajah oleh dunia luar sana yang begitu tak menerima sisi dari kehidupan kedua setelah ini.
Hingga keheranan yang berbaur dengan kelegaan saat dengan sabar yang dipaksakan, aku menunggu datangnya esok hari yang begitu misterius dari pagar berlapisan besi.
Semoga masih ada tempat untuk aku berdiri disana, menggali sesuatu yang telah lama hilang dari wajah ini dengan ditemani tawa-tawa yang cerah oleh ku dan orang-orang yang akan kutemui tanpa mengulang yang lalu, semoga ..
[27 08 13 04 31]

Komentar
Posting Komentar