Tertera dari beberapa lama hingga menjalani
tiga puluh daun yang telah gugur saat memulai cerah. Semuanya telah ada hingga
waktu melayangkan asa dan menarik diri lalu menampakannya pada helaian rumput
yang terinjak karena termakan oleh harian rasa.
Tak lebih dari sebelumnya, selalu melayangkan
tawa-tawa cerah ketika bersua dari tempat yang datang dengan tersendiri.
Memulai dari lama hingga hanyut terbawa suara telanjang yang mengibaskan
kenyataan oleh hari-hari yang berlalu. Suara tadi begitu hening menjamu seni,
karena terbangunnya atas kenyataan yang pasti dan pilihan yang berarti. Apakah
salah ternyala diam saat itu terlontar dari suara ikhlasnya? Mungkin sebagaian
orang memaknai itu lebih dalam karena pantulan dari bayangannya, lalu membuka
itu dan menarik diri untuk menjawab dengan mengubah itu menjadi lebih dari sebelumnya.
Lalu apakah aku harus menutup bayangan itu?
Tidak dan kelak mungkin, inilah keanehan yang aku pelihara dan menjadi batu
sandungan jika itu diperlukan oleh kenyataan. Dengan tersendirinya aku ketawa
memaknai hati jika mengingat itu kembali.
“Ketika
ingin bermula, orang akan mengiramu bahwa kamu selalu menuruti bayangan yang
ada. Tetapi nyata dari setelahnya, dirimu lebih dari melepaskan bayangan dari
yang ada.
Lalu tak kan
adil jika hanya kamu yang aku terangkan, lebih dalam dari cerita yang
terlewatkan bahwa ketika ingin bermula, orang akan mengiraku dengan pohon yang
gagah tak tergerakan, tetapi nyata dari setelahnya, diriku dinyatakan dengan
helaian rumput yang mengikuti arah angin
dari surga
Semuanya
tergambar yang diolah dari sudut pandang berbeda buat mengolah kata, begitu
anggapan aku tentangmu yang termasuk kiasan para orang-orang tapi sebenarnya
hasil itu berbeda kalau mereka ingin lebih kenal dan lebih dekat menyapa.”1
Suara telanjang yang dia layangkan, begitu
menarik simpati yang terjadi. Hingga membaginya karena terwarisi dari awan yang
tak kunjung datang memenuhi pikiran ini. Lalu semuanya datang kembali memenuhi
benak ini, karena semuanya datang ketika hasrat bertemu titik temu oleh sapaan
pelan dari sambungan jauh menghantarkan senja disore yang mengambang dengan
ketawa cerah begitu terselubung menyapa.


Komentar
Posting Komentar