Ia berbicara dengan sesuatu yang dipercaya
untuk menaruh hamparan rumput yang tumbuh dipikirannya. Lalu semua berubah,
ketika rumput itu diinjak oleh rombong kawanan yang mengatasnamakan sebuah perasaan.
Ketika itu terjadi, semua yang ada mala
terdiam, rumput yang disemai mala tak bergerak seperti kayu yang ditancap dalam
hingga tak bergerak semana mestinya.
Saat itu terlontar jauh dari perasaaan yang
menjadi, ia membeberkan perasaan diamnya terhadap apa yang tak seharusnya diketahui.
Lalu semua berubah sejak di hari itu, bukan
karena salah, bukan karena benar, bukan karena menolak, bukan karena menerima,
tetapi melainkan tumbuhnya pertimbangan nyata.
Saat itu terjadi, kadang pengakuan diamnya membawa
sesuatu yang cerah hingga didapati untuk bersama, tetapi kadang kala juga
didapati gelap terdengar dan terasa, seperti sesuatu yang tak seharusnya itu
diterima.
Cerah tak lain, memang pertimbangan yang ada
kalah dari perasaan bersama untuk berdua dalam satu genggaman.
Lalu yang gelap, memang pertimbangan yang ada
lebih besar ketimbang perasaannya. Kadang perasaan itu dilawannya dengan
menganiaya sudut rasa seperti menyimpan sesuatu yang berharga lalu sesuatu itu
hanya tersimpan digubuk usangnya. Kadang kala, ada juga yang takut akan
kemungkinan terburuk ketika menarik cerahnya. Kadang kala, ada juga yang
menarik cerahnya setengah, lalu memakainya untuk anggapan saudara maupun teman
kentalnya.
Lalu semuanya didapati dalam keadaan diam,
ketika terdengar pengakuan cerahnya memainkan sketsa indah mengatasnamakan
lebih dari namanya rasa.
Haruskah rela atau menaruhnya?
Tanamkan diri dan terima kerendahan diri
untuk menjawab dari sekedar menjawab, langkah yang berarti akan mengiyakan akan
esok yang kan digapai. Lalu alasannya ketika ia tahu tak kunjung datangnya
cerah suaramu. Jelaskan dengan saat ini mungkin direlakan, tapi kelak kan
mungkin ditaruh. Tak kesiapan dan pertimbangan yang memegang arah pengakuan ini
kata para mereka yang tersenyum dibalik dada dengan putaran putih atas
kepalanya memainkan tarian menjawab pengakuan rasa.
[11 06 13 13 41]

Komentar
Posting Komentar