Seribu Kebutuhan

Yang terjadi, begitu banyak bekas yang terbekaskan oleh jejak sepanjang pagi dari kesibukan para pencari beberapa kebutuhan dalam kehidupan yang selaras dengan Seribu Kehendak1

Saat itu dilayangkan, tiap waktu bertemu waktu, tiap getaran bertemu getaran, tiap menyala bertemu menyala, tiap terbangun bertemu terbangun, tiap ambisi bertemu ambisi, yang dari dulu hingga sekarang selalu dikejar untuk pemenuhan kebutuhan dari pemberian, tukaran hingga sekarang ditemukan lembaran berharga.

Relanya untuk itu semua, dari terbit hingga terbenam, bias bulan datang dan kembali memudar akibat mentari kembali terbit dan itu semua tak terlewatkan sebagaimana mestinya para pencari kebutuhan.

Lalu pahami yang terkira bahwa seribu kebutuhan hanya akan menjadi kebutaan jika tak diimbangi oleh keingatan pada Tuhan. lalu seribu kebutuhan akan baik menjamu benar jika diimbangi selalu menyertakan munajat pada Tuhan.


[27 07 13 17 17] 1Kakek M. Ali

Komentar