Lihat ke atas pada sesuatu yang terang sinarnya
seperti menandakan bahwa disana ada kehidupan. Kehidupan seperti perasaan yang
telah hadir saat mata mulai mengatakan itu adalah sebuah keindahan.
Apa itu disana? Apakah mereka juga melihat kita saat
berdiam diri dengan memainkan simponi alam akan nyatanya sebuah pendaman rasa
yang yang telah dibagi dalam sesuatu yang pasti. Saat semua penuh pertanyaan
dan mustahil terjawab. Perasaan berbicara menggantikan kehidupan sana menyampaikan
asanya, lalu berkata, Ia sedemikiannya
itu merupakan mimpi yang ingin ku bawa lalu ku tunjukan pada yang seharusnya selalu
melihat ini.
Termenung mendengar percakapan hati yang terang
disana saat malam begitu menyelimuti pundak ini dengan warna yang pekat begitu
tersamar kental oleh hitamnya dunia kelam. Tetapi aku tersadar kembali, ketika
sapaan pelan dengan tak sengajanya terucap dari bibir bulan mengatakan bahwa
semua akan tersambut dalam angan dan tersentuh dalam kebersamaan.
Terhenyak akan kenyataan, aku menarik mata lalu
memandangmu tanpa ada kedipan hingga tak lama berselang, cahaya terang yang
terlihat di atas sana telah begitu cerah membiaskan cahayanya mengenai dirimu
hingga memperjelas putih meronanya hatimu.
Aku pun tersenyum, lalu berkata diam bahwa perkenalan
kita telah diatur sebagaimana mestinya hingga ku tahu semua yang telah ada
untuk inginkan kita bersama.
Selepas itu pun, hati saling berpangku karena
cahaya diatas sana menari-nari mendekapkan cahaya surganya akan dentingan not
diam yang tersinari, memainkan hari dengan saling menjaga cerahnya rasa ketika
titik bahagia merantai dua bayangan kehendak dalam terangnya bias kehidupan
cinta mendekati nyata.
[28 09 13 01 11]

Komentar
Posting Komentar