2 0 c l


Thank’s to Allah, Parent and Friends







Perasaan ini mulai terselubung kisah sebuah nama yang mulai mengepakan sayap untuk berusaha terbang dengan segala hal yang telah memakan keruhnya dunia.










Dengan menemui pagi yang begitu amat gelap, satu persatu mulai terdengar dan masuk sebuah surat-surat munajat dari orang-orang yang begitu ingat akan menangis yang bermula ketika kisah mulai menuliskan cerita yang begitu amat klasik, mereka dengan hal-hal yang terbang dan terdengar oleh Maha Mendengar, akan mengasihimu dengan keikhlasan yang selalu mengingatkan aku dan dirimu. 00

Ketika menginjakan ke kolam putih, mereka dengan segala senyum dan ingat akan hal ini. Mulai berdoa lewat ucapan yang terdengar santun dari hal-hal yang tak bisa dipungkiri sebagai rasa yang susah dilewatkan kecuali tersenyum ramah dan menangis tengadah dalam sisi lain bayangan kedua yang tak terlihat oleh mereka. 09

Kalangan darah yang begitu saling mengisi kebersamaan, mulai menyatukan munajat dari segala hal. Mereka menampakan itu dengan terang-terangan oleh komunikasi yang begitu modern dengan getaran yang sebesar genggaman tangan dengan wajah abu yang ditanamkan disana. 12

Kalangan darah yang baru beberapa hari kembali dari tanah yang terbangun suci, mulai membagi kebersamaanya yang bersamaan dengan suara panggilan umat yang menyeru pada kebaikan, aku teringat akan hal ini karena cerita-cerita Ibu langit dan Sang Pandu mengisahkan usang yang lalu ketika diri ini mulai menangis mendatangi keruhnya awan di langit sana. 18

Malam itu ditutupi dengan kebersamaan para Adam Kental dan sobat lama yang membagi kebersamaan kecil ditempat yang begitu menyejukan. 21
[13 11 13]

...

Hari yang penuh janji akan janji yang terucap dari segala hal, lalu ketika sore yang mengambang itu aku hampiri di tempat latihan futsal, yang tak disangka-sangka datang dengan segala yang tak bisa aku pikirkan. Hari ini hari yang membuat diriku ketawa lebar dengan mata yang berbaur basah dikedalaman sudut yang tak terlihat. Terimakasih sobat kental Oong, Toke, Arya, Doko, Iky, Azmi, Lingga, Dea, Nita,  Reni, Iin, Aie, dan mba Viky, terimakasih. 17


[16 11 13]

...

Yang ditunggu akhirnya kembali dengan memakan waktu, ntah kenapa selalu saja tertunda dan tetunda oleh kenyataan yang aku anggap itu sebuah kepercayaan dari tempat ia meneruskan asa di kota sana. Tetapi semua terungkap dengan kebohongan karena bukan lainnya kecuali rasa senang melihat ia ada seutuhnya disini dengan kejutan yang begitu hampa karena tak meyakini ia telah kembali. Terimakasih Qee. 18



[18 11 13]



Begitu banyak hal terbang akan munajat yang terkira dari orang-orang yang berbuat baik dan saya sangat bersyukur untuk itu, terimakasih

Komentar