Mencari dan mencari, dari dulu hingga sekarang
bersua mencari arti yang melegakan perasaan ini untuk kenyataan yang penuh
dengan dunia hampa yang tak adanya cahaya menjawab semua keheranan yang melekat
dengan pekatnya.
Apa yang telah dipilah dalam kisah yang terus
dijaga dalam kisah putih yang terajut akan kasih yang terus terjalani.
Hingga hati ku tak dapat berbicara karena ..
Mengapa semua ini terjadi dalam sebuah dekapan
yang nyata dengan kenangan akan cerita kadang terluka maupun terobati dengan
semestinya, hingga sekarang telah menemukan dengan apa aku memilahmu dalam
dekapan nyata yang menyatukan bayangan dalam kisah putih di sudut hamparan
kasih.
Karena memang hati ku lagi tak dapat berbicara
karena ..
Saat semua telah berlalu, kadang yang telah
terjalani mulai menjelaskan apa sebenarnya cerita kita, seperti hujan yang
jatuh ke tanah yang gersang. Disaat angin begitu kencangnya, setia selalu
menghinggapi hujan untuk tetap turun mendekapi tanah, walau angin selalu hadir
ketika hujan datang. Tetapi hujan tetap turun menemui tanah, untuk tetap
melarutkan keasamaan tanah hingga menuai permulaan baru pada tumbuhan yang berpangkal
dari semaian yang panjang hingga berkembang menjadi kehidupan. Disanalah letak
rasa itu, yang selalu menghadirkan kehidupan.
Lalu lagi dan lagi hati ku tak dapat berbicara
karena ..
Saat kehidupan itu mulai tumbuh, aku mencari dan
mencari hingga tak menemukan itu dalam sudut ruangan, mencari dan mencari hingga
tak menemukan itu di ujung jalan, mencari dan mencari hingga tak menemukan
disaat yang lalu dan berdatangan.
Dimana rasa kehidupan itu ..
Hingga nyatanya hati ku tak dapat lagi berbicara,
tak dapat lagi berkata, karena ..
Tak adanya alasan,
Tak adanya alasan,
Tak adanya
alasan ..
Karena mendekapmu tak perlu adanya alasan rasa
kehidupan kecuali rasa yang sederhana, yaitu cinta.
Lalu ketika cinta tumbuh, maka rasa kehidupan
berkembang menjadi percaya dari sudut sederhana.
Seperti hujan yang jatuh tadi, hujan tak
mengetahui kalaulah ketika ia terserap maka adanya kehidupan yang akan tumbuh.
Yang hujan tahu, ia hanya punya alasan sederhana mengenai tugas apa yang telah ditakdirkan
untuk meresap ke tanah yang gersang tanpa mengetahui apa yang akan terjadi
ketika hujan hadir di dalam kehidupan tanah. Seperti itulah cinta yang
sederhana, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kedepan, kecuali memikirkan
suatu kebaikan dan menjalani tanpa adanya keberatan untuk apa ia mendekap.
Mungkin semuanya menjawab karena apa dekapan ini,
semoga terjalani dengan sesuatu yang sederhana apa yang telah direnungkan dalam
lamunan yang mengeja hingga tersenyum ketika terbawa angin surga.
[11 11 13 23 11]

Komentar
Posting Komentar