S a y a p

Menjadi suci selalu ada yang dipertaruhkan karena keadaan bisa kalah dengan usaha yang telah dilakukan dalam guguran daun yang memudarkan belasan waktu.

Mungkin ada saatnya untuk kembali dari hal itu, karena ada hal yang telah ditinggal mati dalam titik capai terindah, dalam semua keinginan menjadi harapan dan akan berubah dan takkan diragukan hingga mimpiku yang ada didalam cerita sayap-sayap yang terabaikan.

Ketika nanti telah disepakati, datang dengan segala yang begitu terlukiskan oleh hari kemarin dengan bias yang begitu menenangkan, karena akan ada hal yang merasakan tentang semua dan melupakan tentang semua.

Siapakah gerangan yang bertanya, semua terlihat dibalik dinding yang basah dan mulai diperbaharui oleh kerendahan yang berpangku tangan disela kejauhan.

Tetapi semua mulai terbang, diatas mata dengan sayap yang begitu mengembang dan menjauh dari kehampaan yang begitu menyilaukan. Terbang dengan segala suci yang dipertaruhkan, tak kan bisa ditarik kembali, tak kan bisa digapai kembali, tak kan bisa disentuh kembali, karena kegelisahan itu hanya akan menambah masa kehitaman yang telah usang oleh maksud tertentu.

Haruskah diam dengan segala sayap yang memulai untuk terbang, ketika diperantarai oleh bayang-bayang masa lalu yang selalu terbang menutupi kebaharuan yang telah terpancar oleh kenyataan.

Karena sayap ini tumbuh dengan asa yang telah dilihat dan dirasakan oleh angin barat yang begitu terjalani oleh bahtera-bahtera yang berlayar mengarungi samudra luas. Bahtera dengan asanya, menerangkan sayapnya yang terukir oleh langit biru yang tersamar oleh awan-awan Tuhan. Seperti terbang diantara langit dan lautan yang saling menyapa, bahtera hadir dan terbang bersama sayapnya untuk menjadi suci dengan segala usaha yang telah dipertaruhkan.

Terbang .. lalu terombang-ambing dengan sayap yang begitu melelahkan, haruskah diam diutarakan ketika ada yang menumbukan sayap baru dari yang lalu telah dilewatkan dari segala perjalanan diantara kedua itu?

Karena suci dan hitam selalu merantai sisi kenyataan dalam keadaan,

Mungkin sisi yang akan dipertaruhkan adalah dengan menumbuhkan sayap untuk terbang diantara kebahagian dan kejenuhan yang disebut titik kosong dalam ruang kehampaan.

Dan kini sayap ku pertaruhkan saat terbang mengarungi usaha yang telah dimunajatkan akan jalan yang telah diperlihatkan oleh Tuhan dalam dua puluh guguran daun kenyataan.

Terbangkan selalu sayap ku lalu tuntun menuju kebaikan, dan jangan Engkau lepas dekapan Nyata-Mu ketika daun mulai menutupi kekeringan sayap yang patah diantara basahnya rerumputan yang tumbuh di samudra yang luas.


Terbangkan sayap ku ..

[13 11 13 11 13]

Komentar