Sesuatu yang begitu ditenangkan lalu disuguhkan dengan keyakinan tinggi dan menarik itu menjadi taman tak berkesudahan di bawah langit dengan hamparan putih yang begitu terang saat Ibu berbicara kepada anaknya.
Berbicara mengenai batasan dari segala batasan,
antara yang jauh hingga mendekat, antara diam dalam keramaian, saling mengisi kebersamaan
dan tertera antara tenggelam hingga melayang.
Tak adanya kerendahan yang ditanamkan, semua
tertera sebagaimana mestinya dalam putaran keindahan. Memulai dengan sayang dan
diakhiri dengan cinta, segala yang ada dirajut dalam tenangnya setiap doa yang
dipanjatkan kala mata berbaur dengan basah.
Tak adanya keengganan untuk diam saat menyala,
lalu diam diutarakan hanya ketika kedipan Ibu menunggu anaknya untuk meletakan
lelah hingga akhirnya rasa itu pun dipadamakan. Sungguh dari sungguhnya, yang ada dalam lamunannya hanyalah keindahan dari kasih sayang yang tak terbatas. Sungguh indah, tak terbayangkan, seperti langit yang begitu luas dengan hamparan kisah.
Rela begitu relanya untuk anak yang
dilahirkannya, siap melepaskan keringat dan lelah untuk lembaran senyum dan
kecerahan di hari-hari yang berdatangan tiap masanya. Tak ada keinginan lain
selain melihat anaknya dengan segala tawa-tawa yang cerah, merajut setiap asa
dengan keinginan agar anaknya tak seperti yang terjadi pada Ibunya.
Seperti langit di atas sana, membawa tinggi lebih
dari tinggi hingga tertinggi, tak ada rasa yang dipunya selain rasa yang begitu
amat tinggi, akan seperti itulah Ibu yang membelaimu dengan rendahnya
kekerasan, rasa sayang yang ia lakukan seperti langit di atas sana, hanya bisa
di lihat tetapi tak bisa digapai walau telah berada di atas ambang batasan
langit. Kebaikan, keikhlasan dan rasa sayangnya seperti langit di atas sana, bisa
terlihat tetapi ketika ingin menjangkaunya sungguh tak kan memenuhi keinginanmu
itu.
Ibu, aku menaruh hormat lalu patuh dan meminta
maaf padamu dengan langit yang menjadi saksi sebagai tanda nyataku, dekaplah
dan bimbinglah itu dalam kriteria tertentu seperti lamunanmu saat aku masih
dirahim kasih sayangmu.
Terimakasih.
[ 22 12 13 03 23]

.jpg)
Komentar
Posting Komentar